Written by administrator Category: News
Published on 23 April 2012

Dari tujuh nama Dewan Komisioner OJK Periode 2012-2017, dua nama yang terpilih memiliki latar belakang akademik akuntan. Yang pertama adalah Prof.Ilya Avianti dan kedua Dr.Rahmat Waluyanto.

Sebelumnya, Ilya tercatat sebagai Auditor Utama Keuangan Negara VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dia juga merupakan Guru Besar Akuntansi Universitas Padjajaran dan kini merupakan  Ketua Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK) Ikatan Akuntan Indonesia. Dia juga pernah tercatat sebagai Ketua IAI Wilayah Jawa Barat 2002-2006, Anggota DPN IAI 2006-2010, Wakil Ketua Komite Standar Akuntansi Pemerintahan 2003-2008 dan partner Kantor Akuntan Publik Ilya Avianti dan Rekan 2005-2008.

Ilya juga pernah menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia 2005 – 2006, Sekretaris Bidang Akademik Maksi Universitas Padjadjaran 2002 – 2009, Anggota Komite Audit PT Bio Farma 2002-2007, Ketua Satuan Pengawasan Intern Universitas Padjadjaran  2001 – 2005, Sekretaris Program Doktor Bidang Ekonomi Pasca-Sarjana Universitas Padjadjaran 2001 – 2004, dan Staf Ahli Pembantu Rektor I Universitas Padjadjaran 2001-2004.

“Yang namanya amanah kan di kasih Allah, makanya kita harus pelihara dengan bekerja secara baik. Apapun dan dimanapun kita berkiprah kita harus amanah dan ikhlas. Persoalan kita mendapatkan sesuatu [jabatan], maka itu bonus dari Allah,” ujarnya ketika diwawancarai Majalah Akuntan Indonesia media maret 2012.

Sementara Rahmat Waluyanto merupakan doktral akuntansi lulusan University of Birmingham, Inggris, yang sebelumnya menamatkan pendidikan kesarjanaan di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta 1983 dan magister di bidang administrasi bisnis dari Universitas of Denver, Colorado Amerika Serikat di tahun 1992.

Kariernya bergerak dari staf direktorat pengawasan Badan Usaha Milik Negara, Kepala Seksi Direktorat Instititusi Keuangan dan Akuntansi, Kepala Sub Direktorat di Kantor Direktorat Pengawasan Akuntan dan Penilai, hingga di Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagai Direktur Manajemen Penjaminan Hutang Negara, dan Direktorat Jenderal Divisi Manajemen Hutang. Terakhir, dia menempati posisi Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan.

Semalam ketika proses seleksi OJK dilaksanakan, Ilya berada di urutan keempat dengan memperoleh 50 suara dan Rahmat menempati peringkat keenam dengan 40 suara. Kedua akuntan tersebut akan bekerjasama dengan lima komisioner lainnya yaitu Nurhaida (54 suara), Firdaus Djaelani (53 suara), Kusumaningtuti S. Soetiono (53 suara), Nelson Tampubolon (44 suara), dan Muliaman Hadad yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan OJK.

“Mereka semua orang yang punya kualitas, dan terbaik diantara calon komisioner lainnya,” ujar Ketua Komisi XI DPR-RI Emir Moeis kepada Majalah Akuntan Indonesia, Selasa 19 Juni 2012.

Sebelumnya Direktur Ekskutif Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)  Elly Zarni Husin di sebuah media online secara tegas memberi dukungan kepada calon akuntan untuk menduduki komisioner OJK, karena menurutnya akuntan juga merupakan salah satu profesi penunjang pasar modal selain konsultan hukum, penilai, notaris, dan profesi lain yang ditetapkan peraturan pemerintah.

”Kami mendukung Bu Ilya sebagai wakil akuntan, “ ujarnya. 

Elly mengemukakan asosiasi profesi merasa berbangga hati dengan keterpilihan Ilya dalan proses seleksi akhir di tingkatan legislatif. Kalangan profesi menyambut baik keputusan tersebut, dan berharap Ilya diberikan kekuatan dan keberhasilan dalam menjalankan tanggungjawab yang diamanahkan. Dia mengatakan Ilya adalah sosok tepat dalam mengawal industri keuangan tanah air agar semakin berkualitas, karena track recordnya yang panjang dan beragam dalam industri akuntansi, baik sebagai pendidik, praktisi, dan birokrat.

“Ibu Ilya merupakan profesional terbaik yang selama ini aktif dan telah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan profesi akuntansi di Indonesia. Selamat kepada Bu Ilya. IAI sangat berbangga hati beliau mendapat kepercayaan menduduki posisi strategis di OJK,” ungkapnya. (WID)