Written by administrator Category: News
Published on 23 April 2012

Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati meminta kepada Pemerintah Indonesia agar fokus menangani tingkat pengangguran dan angka kemiskinan. Dia mengatakan level pengangguran yang tinggi di suatu negara sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi nasional, sebagaimana yang dialami masyarakat dunia saat ini.

Dengan begitu, dia berharap Indonesia mampu berdiri di tengah  krisis eropa di tengah kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tak kalah dengan negara asing.

"Pemerintah harus memperhatikan dan memberikan perlindungan kepada kaum miskin dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat," ujarnya saat Diskusi Ekonomi, Kamis (12/7) di Kantor Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM).

Sri Mulyani mengungkapkan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat, meski dunia eropa sedang ditimpa krisis global Eropa. Namun mantan Menteri Keuangan era Kabinet Indonesia Bersatu ini menambahkan, meski begitu Indonesia harus siaga karena resiko krisis tetap tinggi. Dia mengatakan untuk mengatasi tantangan jangka panjang pemerintah harus mengambil langkah-langkah antisipasi agar krisis tahun 2008 tidak terulang.

"Namun resiko tetap tinggi dan dengan masih tingginya ketidakpastian terhadap prospek perekonomian international dibutuhkan untuk terus meningkatkan kesiagaan menghadapi krisis," ujarnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle mengatakan berkat konsumsi domestik dan investasi, Indonesia kuat menghadapi krisis global. Meski begitu, lanjutnya, Indonesia tidak dapat menghindar dari dampak penurunan ekonomi global, terutama jika harga dunia dan permintaan seperti Cina merasakan imbasnya.

Ia menjelaskan, menurut skenario laporan Bank Dunia yang diluncurkan hari ini, Indonesia mampu lewati gejolak perekonomian global dengan pertumbuhan tahun 2012 diproyeksikan kuat di 6 persen.

"Menuju 2013, proyeksi base line untuk pertumbuhan adalah 6,4 persen. Namun, krisis ekonomi global yang parah dapat menekan pertumbuhan turun ke sekitar 4 persen," pungkasnya.